Showing posts with label Lika-Liku. Show all posts
Showing posts with label Lika-Liku. Show all posts

Sunday, November 18, 2012

Fenomena Goyang Itik

Era dangdutan seolah memudar, tenggelam oleh demam boyband, musik Korea dan euforia kembalinya Ariel Noah di peta musik Indonesia (setelah 2,5 tahun meringkuk di penjara).
Tapi di tengah surutnya pamor dangdut, ada penyanyi yang berusaha mengorbitkan trend goyang baru bernama Goyang Itik. Adalah penyanyi dangdut Siska yang berusaha memopulerkan goyangan baru itu.
Ia seolah mencari peruntungan untuk menyaingi Goyang Ngebor yang pernah dipopulerkan Inul Daratista, atau Goyang Patah Patah oleh Annisa Bahar, atau juga Goyang Gergaji milik Dewi Perssik dan lusinan goyangan aneh-aneh lainnya.
Berhasilkan Siska memopulerkan Goyang Itik di tengah surutnya pamor dangdut?

Lingkungan Anda, Mencerminkan Harga Anda


Ada tiga kaleng softdrink, ketiga kaleng tersebut di produksi disatu pabrik. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng softdrink dan menuju ke tempat berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah Supermarket Lokal. Kaleng softdrink pertama diturunkan disini, kaleng itu dipajang dirak bersama dengaan kaleng softdrink lainnya yang diberi harga Rp.4000

Pemberhentian kedua adalah Pusat Perbelanjaan Besar, disana, kaleng kedua diturunkan. ditempatkan didalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500

Pemberhentian terakhir adalah Hotel bintang 5 Mewah. Kaleng diturunkan disana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau didalam kulkas, kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es, semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng softdrink itu, menuangkan ke dalam gelas dan dengan sangat sopan menyajikan ke pelanggan dan harganya Rp.45.000

Pertanyaannya adalah : Kenapa ketiga kaleng softdrink tsb memiliki harga yang berbeda padahal di produksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Jawabannya adalah
Lingkungan anda, mencerminkan harga anda, lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP, apabila anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri anda, maka anda akan menjadi cemerlang, tapi bila anda berada di lingkungan yang meng-kerdil-kan diri anda, maka anda akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama , kemampuan yang sama, lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA


SELAMAT MENJADI "softdrink" yang terbaik.

Renungan Kita


Ketahuilah saudaraku nilai diri kita tidaklah timbul dari apa yang kita sandang, atau apapun yang kita dapat. Nilai diri kita, sesungguhnya dinilai dari akhlak dan perangai kita.
Mari sejenak merenung akan diri kita, sudahkah tubuh ini bermanfaat atau malah justru sebaliknya.

1.Lihatlah kepala kita!
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?

2. Lihatlah mata kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Lihatlah telinga Kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an dan seruan-seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Lihatlah hidung Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?

5. Lihatlah mulut kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan (penyakit lisan); berghibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Lihatlah tangan Kita!
Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?

7. Lihatlah kaki Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Lihatlah dada Kita!
Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Lihatlah diri kita!
Apakah kita sering tadabur(merenung), Tafakur(berserah diri) dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

Hanya kita yang tahu dan yang bisa mengukur sejauh mana kita memanfaatkan apa yang kita miliki.

Wallahu a'lam bi showab.
Semoga bermanfaat.

Hidup Dalam Sekeranjang Kotak

Hidup manusia seperti sekumpulan kotak yang ada dalam sebuah keranjang. Setiap kotak mewakili seseorang dalam kehidupan kita. Setiap kotak juga mewakili rasa yang kita rasakan pada seseorang dalam hidup kita. Setiap kotak juga mewakili sebuah ataupun sekumpulan pengalaman yang kita alami atau rasakan terhadap seseorang dalam hidup kita. Semakin bertambah usia kita, semakin banyak jumlah kotak tersebut. 

Rasa yang ada dalam kotak-kotak tersebut boleh jadi dalam bentuk kebencian, kerinduan, dendam, cinta, kesepian, kegalauan, kasih sayang, persahabatan, dan banyak lagi yang mencerminkan rasa.

Seseorang yang ada dalam kotak-kotak tersebut adalah seseorang yang mengesankan bagi hidup kita, walau itu tidak mengenal istilah ruang dan waktu, maya atau realita, dan impian atau kenyataan. Seseorang itu bisa jadi adalah kamu, dia, mereka, kita, kami, si A, si B, dan Si... yang lain. 

Pengalaman yang ada dalam kotak-kotak tersebut adalah pengalaman yang tersimpan dalam memori kita yang kita alami, rasakan, lakukan sebagai reaksi atas sikap orang lain. Pengalaman itu bisa pahit, manis, asem, asin, tawar, ataupun yang lain.
Semua menjadi satu, tersimpan dalam keranjang kehidupan kita. 

Setiap hari kita boleh jadi mengisi sebuah kotak dengan rasa yang sama kepada seseorang yang sama dengan pengalaman yang berbeda, boleh jadi berbunga-bunga, sedih, sakit hati, rindu, cinta dan sebagainya. Kita isi dan terus kita isi dengan pengalaman dan persepsi kita.

Boleh jadi pula setiap hari kita mengambil kotak yang kosong yang belum terisi, sebab stok kotak kosong juga tak terbatas dalam keranjang tersebut. Kita isi kotak kosong tersebut dengan orang yang baru, kekasih yang baru, teman yang baru, kenalan yang baru, dan tentunya dengan pengalaman dan rasa yang baru pula. 

Itulah dinamika kehidupan, kita mengisi dan mengisi kotak yang baru. Dinamika itulah yang menyebabkan kita terus berubah seiring adanya perubahan persepsi kita terhadap sesuatu , seseorang ataupun rasa yang baru. Inilah hidup yang terus berubah. Sebab PERUBAHAN ITU PASTI SAMPAI KITA MATI.

Yang menjadi masalah adalah disaat kita sendirian dan kesepian. Yang kita lakukan adalah kita mengambil sebuah kotak dari keranjang kehidupan kita, dimana disitu terdapat seseorang atau sesuatu yang kita rindu. Kita buka penutupnya, kita lihat isinya, dan kita amati isinya. Terkadang dengan melihat itu kita tersenyum sendiri, menangis sendiri, terluka sendiri dan juga mungkin meratap sendiri. Dengan itu pula bahagia kita makin bertambah, kerinduan makin meningkat, dan juga terkadang luka makin menganga. Itu semua tergantung kepada sisi mana yang mau kita lihat. Jika sisi yang menyakitkan maka luka makin menganga. Jika sisi yang membahagiakan maka kerinduan yang makin mendalam. Itu semua tergantung kita, dan KITALAH YANG MENGIJINKAN KITA UNTUK MENJADI SEPERTI APA YANG KITA MAU. Jika kita mau terluka maka sisi penderitaan dan kesakithatian kita yang kita lihat. Jika kita mau berbahagia, maka sisi kebahagiaanlah yang kita amati. Kita dapat menjadi seperti apa yang kita mau dengan kotak kita tersebut.

Terkadang dengan melihat isi kotak tersebut, kita menambahkan dengan bunga-bunga impian dan khayalan. Walaupun isi kotak tersebut jelas tidak ada impian itu, sebab isinya adalah pengalaman dan bukan impian. Namun sudah nalurinya manusialah yang menambahkan impian dan khayalan di saat melihat isi kotak itu. Kita berkhayal hidup berbahagia dengan seseorang seperti apapun yang kita mau. Kita melukis langit dengan keindahan-keindahan bersama seseorang dengan corak lukisan, ragam warna dan sketsa apapun yang kita mau. Sebab yang masih bebas di dunia ini hanyalah khayalan dan impian. Lain itu semua terikat oleh ruang dan waktu, oleh aturan dan tata krama dan oleh moralitas.

Saat kita melihat isi sebuah kotak, itu juga mencerminkan ketulusan dalam hati kita. Jika kita tulus, maka sisi baiklah yang kita lihat dan sisi buruk kita acuhkan. Dengan ketulusan itu, kita akan memandang dunia ini begitu indah walaupun terdapat luka menganga namun tersimpan dengan rapinya tanpa pernah dilihat. Inilah setulus-tulusnya hati dimana hanya hati ini dan Allah-lah yang tahu sisi buruk yang ada dalam kotak ternyata kita abaikan dan kesampingkan. Kita tidak melihat sisi buruk, yang kita lihat hanyalah sisi baik. Sehingga begitu kita keluar dari zona khayalan dan impian, dan kita bertemu dengan seseorang yang pernah menyakiti kita, yang kita ingat hanyalah bahwa dia pernah membahagiakan kita dan dengan begitu, kita ingin mengisi sebuah kotak yang berisi dia dengan kebahagiaan-kebahagiaan yang baru.

TERNYATA KETULUSAN HATI MAMPU MEMBUAT DUNIA INI MENJADI INDAH.

Semoga bermanfaat.

Aku Hanya Ingin Mencintai, Bukan Melukai

Mencintai adalah mengambil risiko tak dicintai kembali. Mencintai tanpa harus memiliki? Mungkin hanya ada dalam dongeng. Setiap cinta, sedikit atau banyak, akan meminta kembali, meskipun hanya berupa senyuman bahwa dia cukup bahagia disajikan cinta walaupun tak punya cinta untuk membalas.

Mencintai diam-diam adalah sebuah keharusan menyiapkan diri mendapat balasan cinta diam-diam pula, atau penolakan diam-diam juga.

Semua orang hanya ingin mencintai dan dicintai. Namun mana yang harus didahulukan? Mencintai atau dicintai. Beberapa orang mencintai dan berharap dicintai, beberapa lainnya hanya akan mencintai jika ia dicintai terlebih dahulu. Ada persamaan hasil antara kedua hal tersebut, yaitu luka.
Pengharapan selalu berbanding lurus dengan kemungkinan kekecewaan yang didapat. Semakin kita berharap, maka semakin besar kemungkinan kita akan kecewa.
Mencintai seperti menggenggam seekor burung. Jika kita menggenggamnya terlalu erat, maka akan mati. Namun jika menggenggamnya terlalu longgar, dia akan pergi. Jika kita melakukan salah satu dari kedua hal tersebut, tetap hasil akhirnya adalah luka. Di hati kita, atau hatinya.

Pilih mana? Aku selalu benci pilihan, tapi lebih benci lagi jika tidak punya pilihan sama sekali. Ada kalanya ketika kita hanya ingin mencintai, kita hanya berakhir dengan melukai.

Jika Anda berpendapat lebih baik dilukai, karena ketika Anda dilukai Anda selalu punya objek untuk disalahkan, dimaki-maki. Apa bedanya dengan melukai? Melukai orang lain, apalagi orang yang kita sayangi, hanya menyisakan diri kita sendiri untuk disalahkan. Selamanya, kita hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

“Anda hanya bisa melihat diri Anda hancur di depan bayangan Anda sendiri.“

Aku hanya ingin mencintai, bukan melukai.

Semoga bermanfaat.

Orang Yg Paling Kaya

Siapakah orang yang paling kaya di dunia saat ini?
“Yang punya perusahaan Microsoft; Bill Gates!” Mungkin inilah jawaban yang terlontar, andaikan salah seorang dari kita dihadapkan pada pertanyaan di atas. Atau bisa jadi jawabannya, “Pemain bola anu!” atau “Artis itu!”
Berbagai jawaban di atas barangkali akan sangat dianggap wajar karena barometer kekayaan di benak kebanyakan orang saat ini diukur dengan kekayaan harta duniawi. Padahal, jika menggunakan barometer syariat, bukan merupakan hal yang mustahil bahwa kita pun amat berpeluang untuk menjadi kandidat orang paling “kaya”!

Orang paling kaya di mata syariat

Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat, adalah: orang yang paling nrimo.
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah ‘nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.
Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.
Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sang Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)

Berdasarkan barometer di atas, bisa jadi orang yang berpenghasilan dua puluh ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yang berpenghasilan dua puluh juta sehari dikategorikan orang miskin. Pasalnya, orang pertama merasa cukup dengan uang sedikit yang didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yang didapatkannya sangat banyak.
Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya?
Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)

Kiat membangun pribadi yang qana’ah

Di antara resep sukses membentuk jiwa yang qana’ah adalah dengan melatih diri untuk menyadari seyakin-yakinnya bahwa rezeki hanyalah di tangan Allah dan yang kita dapatkan telah dicatat oleh Allah Ta’ala, serta tidak mungkin melebihi apa yang telah ditentukan-Nya, walaupun kita pontang-panting dalam bekerja.
Allah Ta’ala mengingatkan,
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin rezekinya oleh Allah.” (QS. Hud:6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatkan,

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوْتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ، فَلاَ تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، وَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا النَّاس، وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ، خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ

“Sesungguhnya, seseorang di antara kalian tidak akan mati kecuali setelah dia mendapatkan seluruh rezeki (yang Allah takdirkan untuknya) secara sempurna. Maka, janganlah kalian bersikap tidak sabaran dalam menanti rezeki.  Bertakwalah kepada Allah, wahai manusia! Carilah rezeki secara proporsional, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Al-Hakim; dari Jabir; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Buah manis qana’ah

Sebagai suatu karakter yang terpuji, qana’ah tentunya menumbuhkan sifat-sifat positif lainnya, yang tidak lain adalah buah dari qana’ah itu sendiri. Di antaranya:
Pertama: Qana’ah menjadikan seseorang tidak mudah tergiur untuk memiliki harta yang dimiliki orang lain.
Dia merasa cukup dengan apa yang telah dimilikinya, sehingga dia selalu hidup dalam ketenteraman dan kedamaian batin. Dia tidak pernah iri maupun dengki dengan kelebihan nikmat yang Allah limpahkan pada orang lain.
Karakter istimewa inilah yang Allah rekam sebagai salah satu perangai para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala Dia menceritakan kondisi mereka yang fakir,

يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاء مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافاً

“(Orang lain)–yang tidak tahu–menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya, karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (wahai Muhammad), mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta dengan cara mendesak kepada orang lain.” (QS. Al-Baqarah:273)

Kedua: Qana’ah menempa jiwa seseorang untuk tidak mengadu tentang kesusahan hidupnya melainkan hanya kepada Allah Yang Mahakaya.
Inilah salah satu tingkatan tawakal tertinggi, yang telah dicapai oleh para nabiyullah. Sebagaimana yang Allah ceritakan tentang Nabi Ya’kub ‘alaihis salam,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللّهِ

“Dia (Ya’kub) berkata, ‘Hanya kepada Allah, aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.’” (QS. Yusuf:86)

Mengapa para kekasih Allah hanya mengadu kepada-Nya? Karena keyakinan mereka yang begitu mendalam bahwa dunia seisinya tidak lain hanyalah kepunyaan Allah. Lantas mengapa tidak meminta saja kepada Yang Maha Memiliki segalanya, dan kenapa harus meminta kepada zat yang apa yang dimilikinya tidak lain hanyalah bersumber dari Yang Maha Memiliki?
Namun, realita berkata lain. Rata-rata, kita masih lebih suka mengetuk pintu para makhluk sebelum mengetuk pintu Sang Khalik. Karena itulah, para ulama mengingatkan, “Siapakah di antara kita yang meminta kebutuhannya kepada Allah sebelum ia memintanya kepada manusia?”

Qana’ah berarti tidak bekerja dan ikhtiar?

Janganlah dipahami dari seluruh keterangan di atas, bahwa kita tidak perlu bekerja dengan alasan qana’ah. Sehingga, cukup duduk berpangku-tangan di rumah, dengan dalih: kalaupun sudah saatnya hujan emas, niscaya akan turun juga!
Qana’ah tidaklah seperti itu, karena qana’ah maksudnya: seorang hamba bekerja semampunya dengan tetap memperhatikan rambu-rambu syariat. Setelah itu, berapa pun hasil yang didapatkan dari kerjanya, diterimanya dengan penuh rasa ridha tanpa menggerutu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hakikat tawakal dan korelasinya dengan ikhtiar, dalam sebuah perumpamaan yang sangat detail,

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Andaikan kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya kalian akan mendapatkan rezeki sebagaimana burung memperoleh rezeki. Dia pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong, lalu pulang di sore harinya dalam keadaan perut kenyang.” (HR. Tirmidzi, dan beliau berkomentar bahwa hadis ini hasan sahih)

Ya, tentunya supaya burung bisa memenuhi perutnya, ia harus “mencari nafkah”! Dan inilah tawakal yang sebenar-benarnya; berikhtiar lalu hasilnya serahkan pada Allah ta’ala.

Wallahu a’la wa a’lam.
Semoga bermanfaat.


Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.
Artikel www.tunasilmu.com, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id

Sumber — Muslim.Or.Id

Di Balik Fenomena Facebook

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang selebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu …"siapa calon bapak si jabang bayi?"

Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang selebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Ya...mungkin kita bisa berkata wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Tapi ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentari orang bahkan mohon maaf …."dilecehkan" orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentari yang lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…..?”——kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh…”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen2 nakal bermunculan…

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi….”, —-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu….” —-lupa kalau si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya " habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan ?"—-langsung berpuluh2 komen datang.

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur ga pake dalaman lagi nih
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentari foto yang baru saja di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…..padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab.

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria….

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah…., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha 

Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah Rasulullah….

Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,
maka Abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar untuk kita umat Islam, hegemoni "kesenangan semu" dan dibungkus dengan "persahabatan fatamorgana" ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari). 

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan "kesenangan", "gurauan" membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

Wallahu a'lam bi showab.
Semoga Bermanfaat.

Duhai Hati


Duhai hati..
Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku..?  
Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan?

Duhai hati..
Lelahnya dirimu menghadapi segala permasalahan yang kau temui di sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.

Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Semoga...

SalafiDB, Sebuah Aplikasi Al-Qur’an


Ini adalah sebuah perangkat lunak Islami terbaik yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Aplikasi ini berisi:
  1. Al-Qur’an dan terjemahan dalam bahasa Indonesia
  2. Tafsir Ibnu Katsir (dalam bahasa Inggris)
  3. Shahih Bukhari dalam bahasa Indonesia
  4. Shahih Muslim dalam bahasa Indonesia
  5. Bulughul Maram Imam Ibnu Hajar Al-Ashqalani dalam bahasa Indonesia
  6. Riyadhus Shalihin Imam Nawawi dalam bahasa Indonesia
  7. Hadits Arba’in Imam Nawawi dalam bahasa Indonesia
  8. Kumpulan fatwa ulama Arab Saudi Lajnah Da’imah (dari http://fatwa-ulama.com) berbahasa Indonesia
  9. Kumpulan (mirror) dari situs http://almanhaj.or.id berbahasa Indonesia
  10. Kumpulan e-book berisi penjelasan-penjelasan yang sangat penting untuk umat Islam termasuk menjelaskan pokok-pokok penyimpangan ajaran Islam (ini sangat penting) dalam bahasa Indonesia.
Subhanallah, alangkah mahal aplikasi ini berisikan itu seluruhnya! Saya mengambil faedah yang sangat besar darinya dan aplikasi ini membawa tulisan-tulisan yang mengantarkan saya kepada pertaubatan saya. Aplikasi ini karena berisi itu semua, seakan menjadi ensiklopedi yang sangat lengkap sehingga cukup mengetik apa yang ingin kita tahu dari hadits shahih atau suatu permasalahan semisal bid’ah maka artikel-artikel di dalamnya akan ditampilkan. Suatu keberuntungan besar bagi yang memiliki aplikasi ini untuk memanfaatkannya dalam mencari ilmu!

Saudaraku yang menyusun seluruh sumber tersebut menjadi satu paket aplikasi ini adalah Abu Said, Dr.Eng, M.Eng. Semoga Allah merahmati beliau dan mengaruniakan surga Firdaus baginya kelak. Aplikasi ini Gratis dan tersedia untuk sistem operasi Linux, Windows, dan MacOS X. Subhanallah, alangkah indahnya persaudaraan Islam! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Abu Said.

Cara Mendapatkan

Unduh saja dari http://salafidb.googlepages.com sesuai sistem operasi Anda (Linux, Windows, atau MacOS X). Untuk Linux, Anda butuh program JDK (Java Development Kit) dan ikuti cara menginstalnya dari situsnya. Aplikasi ini gratis.

Anda juga bisa mengunduh dari tautan Mediafire ini:

Apa Saja Isinya?
Saya ingin sekali memberitahukan kabar gembira ini yaitu isi dari aplikasi ini yang sangatlah penting untuk pengetahuan umat Islam seluruh dunia. Sungguh, alangkah banyak ilmu bermanfaat yang dapat kita ambil dari artikel-artikel di dalamnya. Maaf jika saya cuma bisa memberikan semacam selayang pandangan alias sedikit dari sekian banyak. Langsung saja saya mulai.
  • Al-Qur’an dan terjemahannya
Kita akan mendapatkan 30 juz lengkap Al-Qur’an ayat-ayat bertulisan Arab berikut terjemahannya bahasa Indonesia ditambah lagi terjemahan bahasa Inggris. Jendela utama berisi isi Al-Qur’an sedangkan daftar isi yang bisa dinavigasi di kiri.

Subhanallah, sebuah keberuntungan besar untuk memiliki aplikasi ini.
  • Tafsir Al-Qur’an oleh Ibnu Katsir rahimahullah
Suatu keberuntungan besar untuk memiliki dan mempelajari tafsir Ibnu Katsir, salah seorang ulama besar tafsir Qur’an yang bermanhaj salafush shalih, apalagi mendapatkan 30 juz tafsir Al-Qur’an lengkap dari beliau. Semua ini dapat kita peroleh gratis dalam aplikasi ini.
  • Shahih Bukhari
Ringkasan Shahih Bukhari ini adalah karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang diterbitkan oleh Gema Insani Press. Subhanallah, alangkah lengkapnya dan ia berbahasa Indonesia.
  • Shahih Muslim
Kitab Shahih Muslim ini sebetulnya adalah ringkasan yang disusun oleh Syaikh Al-Mundhiri yang sumbernya dari http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/. Sangat lengkap dan siap diambil manfaatnya. Subhanallah, semoga Imam Muslim beserta syaikh diridai oleh Allah dan diberi balasan surga Firdaus olehNya.
  • Bulughul Maram
Kitab Bulughul Maram adalah kitab berisi hadits-hadits Rasulullah yang disusun oleh seorang imam besar Ibnu Hajar Al-Ashqalani. Semua yang ada dalam kitab ini ditulis dalam bahasa Indonesia disertai keterangan derajat haditsnya. Kitab ini berisi hadits-hadits Rasulullah dalam bidang:
  1. Thaharah
  2. Shalat
  3. Jenazah
  4. Zakat
  5. Puasa
  6. Haji
  7. Jual-Beli
  8. Nikah
  9. Pidana
  10. Hukuman
  11. Jihad
  12. Makanan
  13. Sumpah dan Nadzar
  14. Putus Perkara
  15. Budak
  16. Jami’.
Subhanallah, alangkah bagusnya kitab ini. Diharapkan ini akan bermanfaat untuk semua orang yang mengaku mencintai Rasulullah. Sumber yang dijadikan rujukan oleh pembuat aplikasi ini adalah http://assunnah.mine.nu.
  • Arbau’n An-Nawawiyyah
Kitab Arba’un An-Nawawiyyah adalah kitab hadits yang berisi 40 hadits shahih yang berisi pokok-pokok agama Islam. Kitab ini sangat bagus untuk dibaca semua umat Islam yang baru belajar agama atau belajar hadits karena berisi hadits-hadits yang sangat penting seperti yang tampak pada skrinsot di atas. Dalam aplikasi ini, syarah (penjelasan/penjabaran) hadits juga disertakan di bawah setiap hadits yang seluruhnya berbahasa Indonesia. Setiap hadits juga dimuatkan matan berbahasa Arab dan terjemahannya. Diharapkan kitab ini akan dapat diambil manfaatnya oleh semua penuntut ilmu yang ikhlas. Sungguh, Imam Nawawi telah menyusun sebuah kitab kecil yang sangat bermanfaat dan semoga Allah mengampuni semua dosa beliau serta memberikan surga Firdaus kepadanya. Penyusun aplikasi ini merujuk sumbernya pada http://assunnah.mine.nu.
  • Riyadhus Shalihin
Kitab Riyadhus Shalihin ini adalah kitab hadits yang berisi hadits-hadits yang berbicara tentang amal-amal shalih seperti keikhlasan, taubat, ketakwaan, perintah memelihara sunnah, dan banyak sekali lainnya. Ini sangat berguna untuk kita yang ingin petunjuk beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kitab ini juga disusun oleh Imam Nawawi rahimahullah dan semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada beliau karena jasa-jasa beliau yang besar keada umat.
  • Artikel-artikel
Inilah yang (saya rasa) sangat dibutuhkan umat karena urgensinya. Bab artikel ini dibagi 3 subbab besar dalam aplikasi ini yaitu Almanhaj, Fatwa Ulama, dan Ebook.
Kenapa bisa begitu? Ya karena keinginan penyusun aplikasi ini adalah menyatukan sumber-sumber dari berbagai situs internet menjadi satu biar umat Islam bisa belajar tanpa harus memiliki koneksi internet (bisa dimaklumi kalau di Indonesia ini tidak semua orang menikmati internet).

Secara pribadi, saya sangat merasa terbantu dengan ini terutama dari Ebook yang di dalamnya ada banyak sekali penjelasan mengenai ajaran-ajaran yang menyimpang dari Islam sehingga saya dapat memahaminya untuk saya hindari. Inilah yang penting itu. Sekali lagi, seluruhnya berbahasa Indonesia. Sungguh kita beruntung karena sebetulnya semua fatwa ulama berbahasa Arab atau paling tidak ya berbahasa selain Indonesia namun sudah ada saudara kita yang menerjemahkannya untuk kita. Ini sangat mahal! Subhanallah, semoga saudara-saudaraku itu dirahmati dan diampuni dosanya oleh Allah serta semoga Allah menghadiahkan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Saya menginginkan Anda sekalian dapat memiliki ini dan mempelajarinya supaya kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan agama. Demikian saya tunjukkan sedikit.

Almanhaj

Saya tunjukkan beberapa yang sudah saya ambil manfaatnya saja. Di antaranya adalah di dalam bab Almanhaj ini buku Aqidah Empat Imam oleh yang menunjukkan bahwa 4 imam besar kita (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal) memiliki akidah yang sama dan akidah beliau semua adalah Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan Mu’tazilah atau Jabriyyah.

Buku ini ditulis oleh Dr Muhammad Abdurrahman Al-Khumais. Sesungguhnya keempat imam sama-sama menyatakan bahwa Al-Qur’an bukan makhluk melainkan Kalamullah. Imam Abu Hanifah dan Imam Malik melarang ilmu kalam dan berdebat dalam agama. Banyak lagi yang lain dan jika berkenan mengetahui silakan membacanya. Saya letakkan ini di awal karena ini masalah akidah yang memang sepatutnya ditaruh pertama.

Gambar, Lagu, Mainan

Bab ini ada dalam bab Almanhaj dan ini adalah kumpulan fatwa dari ulama-ulama besar Arab Saudi tentang gambar, lagu, dan mainan. Dari sinilah saya mulai mengerti kalau kesukaan saya dulu (musik dan menggambar) adalah salah bahkan salah besar. Fatwa-fatwa yang ada di sini disertai dalil-dalil bukan cuma dengan akal-akalan.

Bahkan di sini ada Pokemon! Mengapa dalam suatu aplikasi yang berisi Al-Qur’an, Hadits, dan fatwa ulama, ada Pokemon? Bukan apa-apa, ini adalah suatu tulisan yang menjelaskan kerusakan besar (kemusyrikan) yang ada dalam Pokemon dan ini sebagai peringatan bagi orang tua agar menjauhkan anaknya sejauh-jauhnya dari Pokemon. Inilah yang juga saya sebut sangat penting. Silakan baca sendiri.

Terorisme

Nah, ini makanya saya tadi menyebut ini penting sekali. Kita bisa dibingungkan dengan tayangan TV atau kabar burung tentang teroris, bahkan yang tidak ngerti akan bilang teroris itu Islam yang sesungguhnya. Itu semua karena kebodohan dan dengan pembahasan di sini, kita akan memahami bagaimana kerusakan paham teroris dan kesalahan besar mereka dalam 2 keyakinan besar mereka: pengkafiran kepada kaum muslimin dan pemberontakan terhadap penguasa kaum muslimin.

Dinyatakan bahwa pengeboman dalam terorisme adalah buah pikir Khawarij, aliran sesat pertama yang muncul dalam sejarah Islam, yaitu aliran yang membunuh Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahuanhu. Dari sini, saya sangat mengharapkan seluruh muslimin dapat memahami benang merah terorisme dan bisa membedakan yang teroris dengan yang ahlussunnah. Ini penting sekali untuk kita tahu untuk menghindarinya.

Yang berikutnya ada fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah (ulama besar Arab Saudi) yang menunjukkan kepada kita bahwa bom bunuh diri hukumnya haram dan pelakunya masuk Jahannam selama-lamanya. Di sini syaikh berfatwa dengan membawakan dalil-dalil Al-Qur’an.
Manhaj Salaf

Ini khusus untuk semua manusia yang ingin kebenaran, yang ingin metode beragama Islam yang jelas dan bergaransi (garansi dari Allah[]), yang ingin selamat, yaitu penjelasan bagaimana semestinya orang Islam menjalani agamanya sebaik-baiknya. Bagaimana metode yang benar itu? Ya metode beragama, cara beragama, way of life-nya sahabat Rasullullah, tabi’in, dan orang yang mengikuti mereka sebaik-baiknya sampai hari kiamat. Itulah metode orang salih terdahulu (shalafush shalih) yang sering disebut manhaj salaf. Inilah pemahaman yang harus dimiliki semua muslim dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah yang hanya dimiliki oleh Ahlussunnah Wal Jama’ah dan tidak dimiliki oleh aliran yang menyimpang dari Islam seperti Al-Qaeda. Bagaimanakah berislam yang lurus itu? Di sini akan dijelaskan oleh para ulama yang beragama dengan dalil-dalil yang shahih.

Dimulai dari siapakah firqatun najiyah (golongan yang selamat dari 72 yang tidak).

Ditambah lagi, pengetahuan tentang siapakah ahli hadits sepanjang masa dari ulama ahli hadits zaman dulu hingga zaman sekarang. Ini juga sangat-sangat penting karena seorang muslim mestinya mengerti siapa ulama-ulama mereka agar mengambil penjelasan mereka akan suatu masalah agama.

Sedikit-sedikit kita akan mengenal nama seperti Abdullah ibnu Mubarak rahimahullah, Muhammad bin Ismail Al-Bukhari (Imam Bukhari) rahimahullah, Muhammad bin Hibban rahimahullah, dan lain-lain.

Sufisme

Bab ini ada dalam bab Firaq. Barangkali akan ada yang tidak senang namun bagaimana pun para ulama wajib menjelaskan suatu kemunkaran keada umat agar umat dapat menghindarinya. Ketahuilah, dari artikel di aplikasi ini saya tahu banyak sekali kekeliruan i’tiqad dalam sufisme setelah dulu saya hampir tercebur ke dalamnya (saya berlindung kepada Allah). Saya dulu senang dengan sufisme karena terlihat akan sikap membersihkan hati tetapi setelah mencari kebenaran alhamdulillah saya dapat pandangan yang jelas tanpa sikap marah atau asal menghina.

Bisa disaksikan, dapatkan ilmu yang haq, ketahuilah kebenaran tentang ajaran-ajaran sufi yang di antaranya mengajarkan dari nur Nabi Muhammad-lah alam semesta diciptakan. Bacalah dan belalah Rasullullah-mu dengan ilmu, janganlah dengan kemarahan atau fanatisme.

Selanjutnya, ada bantahan terhadap keyakinan batil yaitu ilmu laduni. Singkat, ilmu laduni itu tidak ada. Saya semata memberikan pengantar untuk kita sekalian mengetahui yang hak dan yang batil. Kita semua cinta Rasulullah dan kita membela beliau dari anggapan-anggapan dusta kepada beliau.

Selanjutnya, ini salah satu yang membuat saya mengatakan sangat penting untuk umat adalah bantahan tegas terhadap keyakinan-keyakinan batil Wahdatul Wujud, Al-Ittihad, Al-Hulul, serta pembagian syariat-hakikat. Ini sutu kewajiban buat ulama supaya umat Islam tahu ini batil dan menghindarinya kalau bisa menumpasnya. Inilah jihad dengan ilmu dan semoga Syaikh Salim Al-Hilali dan Syaikh Ziyad Ad-Dabij diberi surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai oleh Allah. Belalah Nabimu dan agamamu dengan haq untuk meruntuhkan yang batil. Saya sempat tertipu akan syubhat Wahdatul Wujud yang kelihatannya indah lalu alhamdulillah Allah menyadarkan saya. Orang yang mengatakan Wahdatul Wujud sebagai ilmu yang tinggi atau ilmunya orang-orang khusus harus membaca ini semoga kita selamat dunia akhirat. Ini bukan saling menyalahkan tetapi semata saling mengingatkan supaya kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Mayoritas Umat Tidak mengerti Makna Laa Ilaaha Illallah

Tulisan ini ada dalam bab Tauhid Prioritas Utama. Ini juga sangat penting untuk dipahami dan didahulukan yaitu memang umat Islam mayoritas kurang memahami makna syahadat laa ilaaha illallah. Biasanya dulu saya hanya mengartikan hanya “Tiada Tuhan selain Allah” dan berhenti sampai situ saja. Padahal kalimat itu bermakna “tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah”, berisi pengingkaran (mengingkari sesembahan selain Allah) dan penetapan (yang berhak diibadahi hanya Allah dan tiada sekutu bagiNya dalam peribadatan). Inilah yang mesti diketahui seorang hamba dan dipegang erat-erat. Memang kalimat “tiada pencipta selain Allah” itu benar tetapi bukan itu makna laa ilaaha illallah. Maka haruslah kita membaca bab ini. Tulisan ini besar sekali pengaruhnya terhadap keimanan saya yang dulu goncang sekarang alhamdulillah lebih mantap. Ya karena dapat tambahan ilmu yang bermanfaat, alhamdulillah. Baca ini kalau bisa sebar luaskan. Semoga Allah merahmati Syaikh Muhammad Nashirruddin Al-Albani dan memberikan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai kepada beliau.

Macam-macam Tauhid

Tulisan ini ada dalam bab Tauhid. Inilah salah satu tulisan paling penting yang begitu berfaedah buat saya. Akhirnya saya pahami bahwa dalam Islam, ada 3 bentuk tauhid yang harus diketahui dan diimani. Yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wal shifat. Dari sinilah saya mendapatkan pengetahuan yang mantap dan jelas mengenai Allah bukan yang akal-akalan. Ini harus diketahui semua muslim dan semoga jika Anda sedang mencari kebenaran akan mendapatkan kepuasan setelah membaca ini. Semoga Allah merahmati Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan yang menulis ini dan menganugerahkan surga kepada beliau.

Selanjutnya adalah pembahasan mengenai makna syahadatain oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan. Dari sini dapat kita ketahui tafsiran-tafsiran yang keliru terhadap kalimat laa ilaaha illallah dan memperoleh satu tafsiran yang benar terhadapnya “Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah”. Di sini dijelaskan konsekuensi nyata dari pengucapan syahadat ini. Dibahas pula makna syahadat anna Muhammadan Rasulullah: “mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: menaati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan.” berikut konsekuensinya yaitu: mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid’ah dan muhdatsat (baru), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang. Ini sangat mahal dan penting sekali. Segeralah mengambilnya dan pahami. Kalau bisa sebar luaskan. Pembahasan ini melengkapi pembahasan Syaikh Al-Albani di atas.

Sebenarnya ini masuk fatwa ulama namun ini ada dalam bab Almanhaj. Ini tentang pembajakan perangkat lunak. Dan dari sini saya pahami bahwa saya tidak boleh melakukan pembajakan. Alhamdulillah sekarang saya pakai Linux saja dan ternyata Allah memudahkan jalan saya hingga saya mudah belajar bahkan saya mendapatkan SalafiDB ini ketika mencari aplikasi Linux. Subhanallah, Allah telah menolong saya.

Fatwa-fatwa Ulama

Di sini akan saya beritahukan beberapa fatwa saja yang sekiranya menunjukkan kepada kita semua (yang belum kenal) akan tugas ulama. Biar kita mengenal ulama-ulama Islam dan bagaimana mereka dalam tugasnya.

Membantah Tuduhan: Kaum Muslimin Terbelakang Karena Agamanya

Sebuah tuduhan keji telah terngiang-ngiang begitu lama atau kalau tidak, pola pemberitaan media mengisyaratkan, bahwa umat Islam terbelakang karena agama Islam itu sendiri. Yang memberikan bantahan ini adalah Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Silakan baca sendiri.

Suatu penjelasan yang penting juga akan isu-isu yang beredar di masyarakat yang seakan benar tetapi ternyata tidak yaitu masalah berguru. Dalam tulisan ini, Syaikh bin Baz membantah perkataan “siapa tidak berguru maka gurunya adalah setan”. Saya sendiri pernah mengalami ini (diberitahu kata-kata ini) yang akhirnya saya tahu perkataan itu adalah keliru meski yang mengatakannya adalah guru TIK saya.

Selanjutnya ada fatwa mengenai haramnya mencontek dalam ujian. Ini memang tugas ulama menjelaskan ketidakberesan dalam masyarakat agar umat Islam tetap ada di jalan yang lurus. Pembahasan ini diberikan oleh Syaikh bin Baz dan ini memengaruhi saya untuk alhamdulillah tidak was-was menghadapi ujian nasional.

Ebook

Sejujurnya bagian kecil inilah yang saya tunggu-tunggu untuk menuliskannya. Subhanallah, sungguh, bab pertama dari dalam bab Ebook ini (Penyimpangan dan Bantahan) saya ambil manfaatnya yang besar sekali. Dan semua bab dalam Ebook berbahasa Indonesia, alhamdulillah. Apa saja yang ada dalam bab pertama? Ini:

  1. Bai’at Antara Sunnah dan Bid’ah
  2. Di Antara Akidah Syi’ah
  3. Hakikat Tasawuf
  4. Islam Jama’ah/LEMKARI/LDII Sebuah Aliran Sesat Khawarij Gaya Baru
  5. JIL Sebuah Doktrin yang Telah Usang
  6. Mengenal Hakikat Al-Ikhwanul Muslimin
  7. Mungkinkan Sunni dan Syi’ah Bersatu?
  8. Pandangan Tajam Terhadap Dzikir Berjamaah
Semuanya sangat berguna bagi saya dan yang sangat-sangat berkesan adalah nomor 2. dari buku nomor 2 itu saya mengenal sahabat-sahabat Rasullullah dan memahami betapa sesatnya ajaran Syi’ah. Dari buku nomor 2 pula saya mengenal ulama besar Islam yang bergelar Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah. Seorang muslim sepatutnya mendapatkan penjelasan-penjelasan ini dan memahaminya untuk dihindari. Seluruhnya dibahas rinci (sampai >5 halaman per buku). Suatu keberuntungan besar buat mereka yang sedang mencari kebenaran. Ini bab pertama dari 7 bab.

Bab kedua adalah bab Penting dan Utama. Di dalam sini ada sebuah buku yang mulia, Kitab At-Tauhid karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Dimuatkan 41 bab dalam sini. Bacalah kitab ini agar memahami Islam dan menyingkap fitnah yang keliru terhadap Syaikh Muhammad. Saya dapatkan satu hal dari beliau: katakan benar kepada yang benar dan katakan salah kepada yang salah.

Di sini (ringkas saja) ada buku yang membahas khusus toleransi dalam Islam, bunga bank dan riba, makna Ahlussunnah Wal Jama’ah, cara menghukumi keshahihan hadits, cara menafsirkan Al-Qur’an, cara berbakti kepada kedua orang tua (ada 15 bab), dan lain-lain. Semuanya penting.

Akhirul Kalam
Saya sangat mengharapkan aplikasi ini ada di setiap komputer kaum muslimin. Semoga setiap umat yang beruntung memiliki komputer mengarahkan kepemilikannya itu untuk menunjang kegiatan menuntut ilmu syar’i. Semoga ini bermanfaat dan saya siap menanggung risiko diterbitkannya artikel ini. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

***

___________________________

Al-Qur’an Al-Karim Surat At-Taubah ayat 100:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Saat Bertemu


Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, 
Berusahalah memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. 
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat. 

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan. 

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu 

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, 
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. 
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih. 

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, 
Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat mengarungi badai hidup yg silih berganti 

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, 
Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini. 

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,  
Berkatilah dia. 
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ? 

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, 
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. 
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan 

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, 
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. 
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.. 
Dan selalu bersyukur... atas apa yang kau rasakan...!